Rumah Sakit anda punya visi yang indah,staf terlatih, dan fasilitas memadai.
Lalu mengapa hasilnya masih mengecewakan?
Lalu mengapa hasilnya masih mengecewakan?
Bukan karena kurang modal. Bukan karena teknologi tertinggal. Bukan karena SDM yang salah.
Penelitian atas ribuan Rumah Sakit di dunia menunjukkan satu penyebab yang sama:
Budaya Organisasi yang tidak didesain, dan hanya dibiarkan tumbuh liar.
Gulir ke bawah, dan kenali diri Anda dalam halaman ini ↓

WORKSHOP INTENSIF 2 HARI
ROADMAP MEMBANGUN
BUDAYA ORGANISASI RUMAH SAKIT
CORPORATE CULTURE BUILDING – FROM DIAGNOSIS TO SUSTAINABILITY
Mengapa dua rumah sakit dengan anggaran yang sama bisa menghasilkan kinerja yang jauh berbeda? Mengapa SOP terbaik pun gagal dijalankan? Jawabannya hampir selalu ada di budaya — bukan di sistem, bukan di teknologi.
Workshop ini bukan seminar motivasi. Ini adalah program berbasis riset dan bukti lapangan yang membekali manajemen RS dengan roadmap konkret, alat ukur, dan strategi implementasi yang telah terbukti mengubah budaya organisasi secara nyata dan berkelanjutan.
────── REALITA YANG TERJADI DI BANYAK RUMAH SAKIT
Turnover staf terus tinggi — sudah ganti sistem, sudah naikkan gaji, tapi yang terbaik tetap pergi diam-diam.
Silo antar departemen menguat— dokter, perawat, dan administrasi saling menyalahkan. Kolaborasi jadi formalitas.
Nilai & visi hanya ada di banner — staf hafal slogan, tapi perilakunya berlawanan. Budaya diucapkan, bukan dijalankan.
Program perubahan gagal di tengah jalan — sudah ada training, sudah ada kebijakan baru, tapi 6 bulan kemudian semua kembali seperti semula.
Insiden & komplain berulang — bukan karena SOP kurang, tapi karena budaya keselamatan dan akuntabilitas belum tertanam.
Kepuasan pasien stagnan — fasilitas sudah baik, tapi patient experience masih mengecewakan karena menyangkut sikap dan kebiasaan, bukan peralatan.
────── YANG AKAN ANDA BAWA PULANG


COCOK UNTUK SIAPA?
- Board of Directors Rumah Sakit
- Manajer HR & Organizational Development
- Yayasan Pengelola Rumah Sakit
- Calon & Agent of Change Budaya RS
- Supervisor & Kepala Unit
- Karyawan RS yang ingin berkontribusi pada perubahan

“Budaya memakan strategi sebagai sarapan pagi” — Peter Drucker.
Sudah saatnya budaya RS Anda didesain, bukan dibiarkan tumbuh liar.
Daftarkan tim anda sekarang!

Contact Info
- Jl. Ahmad Yani No.153, Jemur Wonosari, Kec. Wonocolo, Kota SBY, Jawa Timur 60237
- +6281275007400
- trainer.inalead@gmail.com
Table of Contents
Table of Contents
Percakapan Kepemimpinan: Budaya Bertumbuh
(photo by Keisuke Kuribara | unsplash) Dari Skill Individu ke Budaya Coaching: Ketika Percakapan Pemimpin Menjadi Cara Organisasi Bertumbuh Banyak organisasi ingin membangun budaya coaching.
Tindak Lanjut: Mengikat Insight Jadi Kebiasaan
(photo Leo_Visions | unsplash) Di artikel sebelumnya, kita membahas bagaimana pemimpin membantu orang mengubah kebingungan menjadi tindakan. Percakapan tidak berhenti ketika orang berkata, “Saya paham.”
Membantu Anggota Tim Mengubah Kebingungan Menjadi Tindakan
(photo Priscilla Du Preez | unsplash) CREATE: sebuah pendekatan percakapan yang segar dan memberdayakan Banyak percakapan kerja terasa baik saat sedang berlangsung. Orang terlihat mendengarkan.
Karena Perubahan Tidak Bisa Dipaksa
(photo by Chris Lawton | Unsplash) Menari Menuju Ilham Banyak pemimpin pernah mengalami ini. Mungkin, anda salah satunya. Sudah memberi arahan. Sudah menjelaskan kesalahan. Sudah
Bicara dengan Tujuan: Sedikit Kata, Dampak Lebih Besar
(photo by Iqro Rinaldi | unsplash ) Banyak masalah di tempat kerja bukan terjadi karena pemimpin kurang bicara. Justru sering kali sebaliknya. Rapat panjang. Arahan
Pertanyaan yang Baik Lebih Mahal daripada Nasihat yang Cepat
(photo by Kelly Sikkema | unsplash) Banyak pemimpin merasa sudah melakukan coaching karena ia sering bertanya. “Kenapa belum selesai?” “Sudah coba cara lain?” “Memangnya kamu
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Table of Contents

